tag:blogger.com,1999:blog-7962538722768454604.post-88880784012584607862008-07-29T07:01:00.007+08:002008-08-10T04:38:54.314+08:002008-08-10T04:38:54.314+08:00Sekilas Kerajaan Siau dan Raja Jacob Ponto<p>oleh: Pitres Sombowadile </p><p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>KERAJAAN</strong> Siau adalah salah satu kerajaan nusantara yang pernah eksis selama lebih 4 abad, yaitu sejak pembentukannya di tahun 1510. Masa akhirnya dapat diajukan pada tahun 1956, yaitu setelah penguasa kerajaan ke-25, yaitu Presiden Pengganti Raja Siau Ch. David, mangkat. </p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify">Pusat kerajaan ini berada terletak di pulau Siau (02<sup>o </sup>45’ 00’’ LU dan 125<sup>o</sup> 23’ 59’’ BT) yang kini di wilayah Kabupaten Sitaro. Tepatnya merupakan salah satu kabupaten di perbatasan Utara Indonesia di Laut Sulawesi ke wilayah laut Filipina. Pulau ini hanya berukuran luas tak lebih 100 Km2. </p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify">Namun dalam kiprahnya kerajaan ini pernah mencakup daerah-daerah di bagian selatan Sangihe, pulau Kabaruan (Talaud), pulau Tagulandang, pulau-pulau teluk Manado dan wilayah pesisir jazirah Sulawesi Utara (Minahasa Utara), serta ke wilayah kerajaan Bolangitan atau Kaidipang (Bolaang Mongondow Utara) bahkan berekspansi armada lautnya sampai ke Leok Buol dan Makassar. Kerajaan ini dalam berbagai catatan Belanda dan sejarahwan lokal di Manado, H.M. Taulu, pernah mengusir armada Kerajaan Makassar yang menduduki wilayah Bolaang Mongondow. Tidak terhitung juga menghalau para armada perompak asal Mindanao<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="http://news.thesatasconnection.org/index.php?option=com_content&view=article&id=6:sekilas-kerajaan-siau-dan-raja-jacob-ponto&catid=6:artikelbebas&Itemid=6#sdfootnote1sym" title="sdfootnote1anc"><sup>1</sup></a></sup>.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify">Meskipun wilayahnya kecil dan tidak dikenal banyak orang Indonesia tetapi kerajaan ini pernah memegang peran di bagian Utara dan Timur Indonesia. Hubert Jacobs, S.J. yang terkenal dengan rangkuman serial sejarah wilayah Indonesia Timur <em>Documenta Maluciensis, </em>pernah juga membahas kerajaan ini. Jacobs memulai tulisannya dengan uraian mengutip perkataan seorang filsuf, ‘’kadang-kadang barang terkecil merupakan yang paling sulit direngkuh’’. Begitu analogi Jacobs atas kerajaaan kecil Siau ini di tulisannya.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote2anc" href="http://news.thesatasconnection.org/index.php?option=com_content&view=article&id=6:sekilas-kerajaan-siau-dan-raja-jacob-ponto&catid=6:artikelbebas&Itemid=6#sdfootnote2sym" title="sdfootnote2anc"><sup>2</sup></a></sup> Mungkin karena Belanda pernah kesulitan hendak mencaploknya karena kerajaan ini dilindungi Spanyol yang berpusat di Manila (Filipina).</p><p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: left;"><a href="http://news.thesatasconnection.org/2008/08/kronologis-perjuangan-talaud-selayang.html">Baca selengkapnya</a><a href="http://news.thesatasconnection.org/2008/08/kronologis-perjuangan-talaud-selayang.html">: Sekilas Kerajaan Siau dan Raja Jacob Ponto</a><br /></p>The SaTaS Connectionhttp://www.blogger.com/profile/09341710391332839633noreply@blogger.com1